Kumulai saja menulis. Karena kalau masih terpaku “mau nulis apa?” , lalu kapan menulisnya?. Seorang penulis sukses, manalah mungkin dikatakan penulis kalau tidak menulis. Aku yakin hal itu. Coba saja.
Aku sendiri sebenarnya memang tidak tahu mau nulis tentang apa. Makanya menulis saja mengalir. Nanti kalau ada pelajaran yang menarik, akan ku tulis juga. Seingatku lagi, seorang teman pernah menulis tentang menulisnya, akhirnya berbuah satu tulisan. Aku tidak berharap demikian, hanya saja aku butuh peta. Aku mencari ide yang sempat hilang dan tidak ketemu. Pas ketemu, eh lupa petanya dimana ditaruh. Tidak pernah ditulis sih. Akhirnya, ya muter-muter ditempat.
Sejenak. Menarik nafas panjang. Regangkan jari, sembari merem-melek puter-puter kepala. Hus, Aku masih berkutat ditempat. Menulis tentang menulis. Menulis itu-itu saja.
Pikiran buntu. Ibarat mencari harta karun, tapi tak tahu petanya dimana. Petanya sudah ada, entahlah, beberapa saat yang lalu, lupa ditaruh dimana. Aku memang lupa menulisnya. Andai saja aku menulisnya tadi, pastilah sekarang aku bisa membacanya. Mencari ide, sukar tanpa peta. Menemukan ide, eh sukar jalan keluarnya. Masalah lagi tidak tahu jalan keluarnya karena gak ada peta. Betul-betul menyesal tidak menulisnya tadi.
Teringat cerita seorang tokoh dunia yang pernah menulis sebelum tidur, masalah hidup beserta solusinya bila terjadi esok harinya. Esok paginya, ia seakan tidak percaya kalau itu tulisannya, dan solusi itu hasil pikirannya sendiri beberapa waktu yang lalu sebelum tidur. Aduh, aku benar-benar rugi tidak menulis ide yang tadi kalau mengingat cerita ini.
Nah, aku lanjut menulis. Tapi mau menulis apalagi yah…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar