menata kejadian dalam bingkai tulisan kata-kata

tangkaplah kejadian, LALU IKATLAH DALAM TINTA KEABADIAN

Sabtu, 13 Agustus 2011

memetik pelajaran dari anak kecil


“Makanya minum vitamin otak pak, biar bisa mikir”. Saya cukup tertegun ketika seorang bocah kecil anak tetangga di rumah yang baru berumur lima tahun, polos melontarkan pernyataan semacam itu kepada bapaknya. Entah, cerita kakak saya juga pernah mendapatkan pernyataan semacam itu ketika ada pertanyaan anak itu yang tidak bisa dijawabnya.
Sungguh luar biasa bukan?. Apakah orang dewasa dapat melakukan seperti yang dilakukan anak tetangga saya itu?. Mungkin bisa, namun kemungkinan besar orang dewasa akan merasa canggung dan takut, entah karena takut dimarah karena berlaku kurang ajar ataukah memang karena tidak berhasrat sama sekali untuk mengatakan itu, apalagi kepada orang yang lebih tua.
Sebenarnya, yang ingin saya tunjukkan adalah bukanlah tindakan anak kecil itu dianggap kurang ajar atau tidak sesuai adat istiadat atau ketentuan sopan santun berbicara kepada orang tua. Terlepas dari itu, saya ingin mengajak melirik sejenak bahwa ternyata memang rata-rata anak kecil memiliki kecenderungan polos, tingkat koreositas yang tinggi dan cenderung tidak malu-malu dalam melakukan banyak hal, termasuk melontarkan pernyataan tadi. Namun kenapa setelah menjadi dewasa kecenderungan-kecenderungan itu tidak terlalu berarti? Terlebih ketika menjalankan proses belajar.
Bukankah semangat ingin tahu yang tinggi sangat dibutuhkan dalam menentukan kualitas belajar? Tidak malu-malu untuk bertanya dan mencari tahu dan ketika tidak bisa dengan polos mengatakan tidak bisa. Namun kenapa justru yang terjadi adalah sebaliknya? Semangat ingin tahu lemah bahkan tidak malu-malu mengatakan bisa padahal sesungguhnya adalah tidak bisa?
Kecenderungan anak kecil ini barangkali penting untuk dimunculkan kembali sebagai semangat belajar. Anak kecil akan terus-menerus menuntut untuk terpenuhinya keinginannya dengan tidak mengenal rasa malu. Anak kecil terus-menerus akan mempertanyakan sesuatu tentang hal-hal yang ingin diketahuinya tanpa harus dibatasi oleh rasa malunya. Semangat belajar sebenarnya harus demikian. Terus mencari tahu tanpa harus dibatasi oleh rasa malu. Bila perlu menangis ketika belum menemukan jawabannya.