05 februari 2011
Bermula..
Kucoret-coret kertas
Menulis, menulis lalu kucoret
Yang tercoret, tercoret lagi
Entahlah..
Bisa saja, hasrat ini begitu saja
Sekali menulis, tercoret
Tercoret, tercoret dan terus kucoret
Pikiran ini seakan kusut sekusut benang kusut
Sukar terurai,
Terjebak,
dimana pangkal dan ujungnya,
yang harus kucoret perkara dinegeri ini
Cinta dan keadilan di negeri ini terjual tak berharga
Kehormatan sebagai bangsa
Perjuangan atas nama bangsa
Tergadaikan
Kebaikan bagi mereka, itu tidak penting lagi
Yang penting, kepentingannya tunai
Kucoret dan kucoret lagi, sajakku
Tentang kemuliaan
Pun malah tercoret-coret
Ceritanya lagi,
Asa luhur para tetua negeri ini, terpasung!
Menyaksikan anak-anak negeri
Dari balik liang yang sepi
Terobsesi mimpi jadi gayus yang doyan korupsi
Mau jadi apa lagi, bangsa dinegeri ini?
Kucoret dan kucoret lagi-lagi
Tidak ada jaminan kemakmuran, dinegeri ini
Dikala bencana melanda seantero jagat negeri
Rakyat menangis meringis,
berharap cinta dan perhatian
sekedar terhibur melepas gelisah
mana mungkin?
Dengarkan saja,
Pidato presiden, malah
Curhat tentang gajinya
Itu, sudah mungkin kawan
Kucoret dan kucoret lagi-lagi dan lagi
Harapan itu tercoret-coret
Tercoret karena tercoret
Kawan,
Kutulis sajak putus asa ini
Karena itu kesempatan yang ada,
Dan, inipun harus kucoret pula
Tidak ada komentar:
Posting Komentar